Perbedaan Seri Smartphone Xiaomi

Perbedaan Seri Smartphone Xiaomi

Usdfa – Xiaomi bukan siapa-siapa ketika masuk ke Indonesia pada Agustus 2014. Usia perusahaan elektronik yang dipimpin Lei Jun itu juga baru berusia empat tahun saat itu. Namun, siapa sangka kehadiran Xiaomi akan berdampak besar pada lanskap persaingan ponsel di Indonesia dan dunia?

Bisa dibilang Xiaomi adalah pembuat ponsel yang mempelopori penjualan melalui flash sale di toko online. Tanpa iklan, tanpa toko fisik, ponsel Redmi 1S telah diserbu pengguna internet Indonesia. Pasar Lazada yang pernah menjadi partner Xiaomi saat menjual Redmi 1S di tahun 2014 pun sempat anjlok. Bayangkan, 10.000 ponsel Redmi 1S terjual dalam 12 menit!

Dari situ, nama Xiaomi mendapat perhatian khusus. Pasalnya, strategi Xiaomi yang tidak menggunakan iklan dan toko fisik saat ini mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih rendah. Alhasil, terciptalah produk dengan spesifikasi elegan dengan harga terjangkau.

Apalagi, sejak awal Xiaomi mendesain paket penjualannya secara minimalis. Hanya ada satu sim ejector dan satu charger selain ponsel. Pada saat yang sama, produsen lain masih menyertakan headphone. Alih-alih beriklan, Xiaomi memilih untuk menyelenggarakan berbagai acara dengan pelanggan setianya: Mi Fans. Mi Fans tentu ada hubungannya dengan menghadirkan produk Xiaomi ke masyarakat luas.

Domain Xiaomi kini telah menjadi raksasa. Di mata dunia, Xiaomi merupakan produsen ponsel terbesar ketiga dengan pangsa pasar 12,1% pada kuartal keempat tahun 2020. Xiaomi juga berada di posisi ketiga di Indonesia, dengan pangsa pasar 19,95% pada Desember 2020.

1. Mi

Perjalanan Xiaomi ke dunia mobile dimulai dengan seri Mi. Ramuan pertama mereka adalah Mi 1 yang dijual pada tahun 2011 khusus untuk pasar Cina, setahun setelah mendapatkan antarmuka MIUI. Xiaomi memposisikan lini produk seri Mi sebagai ponsel kelas atas (flagship), namun dengan harga bersaing.

Ponsel seri Mi masih hadir dengan chipset kelas atas, seperti seri Snapdragon 800. Sayangnya, ponsel andalan Xiaomi ini tidak pernah resmi singgah di Indonesia. Baru pada tahun 2020 publik Indonesia bisa menikmati trio seri Mi 10, yakni Mi 10, Mi 10T dan Mi 10T Pro. Sebelumnya, yang terjadi di Indonesia hanyalah flagship versi murah, yakni Mi 4i (2015) dan Mi 8 Lite (2018).

Selain chipset premium, fitur lain dari seri Mi adalah penyertaan fitur-fitur keren. Misalnya monitor detak jantung, teknologi fast wireless charging, sistem pendingin cair (vapor chamber), sensor sidik jari di bawah permukaan layar, hingga lensa telefoto (seperti pada Mi 11 Ultra). Oleh karena itu, seri ini selalu mendapat manfaat dari perlindungan Corning Gorilla Glass terbaru.

2. Mi Mix

Sebelum desain layar penuh banyak digunakan saat ini, Xiaomi memulai dengan Mi Mix. My Mix berani tampil beda karena desainnya seolah tidak punya “kepala”. Dapat dimengerti bahwa ponsel bezel tipis bukanlah hal yang aneh saat itu.

Lucunya, kamera depan masih ada di HP 2016, tapi diletakkan di bezel bawah. Bagian bawah adalah tempat paling rasional untuk kamera depan, karena tidak mengenal lubang bor. Xiaomi sekali lagi inovatif dalam meluncurkan Mi Mix 3. Ponsel ini mendapat perhatian karena desain manual dari kamera depan pop-up-nya. Untuk membuka kamera depan Anda harus menggeser layar ke bawah seperti ponsel slider candy bar lama.

Melalui seri Mi Mix, Xiaomi mencoba bereksperimen dengan menghadirkan ponsel berdesain unik dengan material high-end. Bahan yang digunakan untuk cover belakang ponsel seri Mi Mix biasanya keramik, kalau bukan keramik berarti Corning Gorilla Glass. Dari karakteristik tersebut, terlihat jelas bahwa Mi Mix dijual untuk memenuhi ekspektasi para fashionista glamor. Meski begitu, spesifikasi yang diberikan tidak main-main karena masih tertanam dalam chipset kelas atas seperti seri Snapdragon 800.

3. Mi Note

Mi Note adalah ponsel andalan dalam seri layar lebar Xiaomi. Mungkin ini adalah upaya Xiaomi untuk bersaing dengan flagship berukuran raksasa yang bersaing seperti Samsung Galaxy Note dan Huawei Mate. Aun así, el movimiento de Xiaomi en realidad es un poco tarde porque la primera generación de Mi Note (Snapdragon 801) solo diluncurkan pada 2015. Antes de 2015, Xiaomi solo tenía la serie Redmi Note para llenar el segmento de entusiastas de la pantalla tinggi.

Di sisi lain, Xiaomi sepertinya belum sepenuhnya mengembangkan seri ini. Pasalnya, mereka tidak secara konsisten merilis edisi baru seri ini setiap tahun. Berbeda dengan seri Mi yang selalu memiliki model baru saat pergantian tahun. Ketika generasi pertama muncul, lini ponsel Mi identik dengan chipset kelas atas dan fitur premium.

Namun, sejak lahirnya Mi Note 3 (2017), chipset kelas wahid sudah tidak digunakan lagi. Meski begitu, fitur premium tetap disediakan. Seperti Mi Note 10 Pro, yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 730G kelas menengah kelas atas. Layar AMOLED 6,47 inci ini adalah smartphone pertama di dunia dengan lima kamera belakang. Salah satu kameranya memiliki lensa telefoto 12 MP dengan kemampuan zoom 3,7 kali.

Sumber : Berita Teknologi Terbaru